SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PENGADILAN AGAMA BARABAI
 

“TERIMA KASIH ADA SIDANG ITSBAT NIKAH TERPADU, GRATIS LAGI..”

  “TERIMA KASIH ADA SIDANG ITSBAT NIKAH TERPADU, GRATIS LAGI..”

Pengadilan Agama Barabai  Kamis (12/10/2017) lalu kembali melaksanakan Pelayanan Terpadu Sidang Itsbat Nikah Part III di Pendopo Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang dibuka secara resmi oleh Bupati Hulu Sungai Tengah, H. Abdul Latif, ST,SH,MH. yang diwakili oleh Asisten II, Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua PA Barabai, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Kantor Kementerian Agama beserta para Kepala Kantor Urusan Agama, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, para Hakim, para Pejabat Stuktural/Fungsional  PA Barabai dan para Pemohon  Itsbat Nikah beserta para saksi.

Bupati Hulu Sungai Tengah, H. Abdul Latief, ST.SH.MH. dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten II, H. Pandiansyah, S.Sos mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pengadilan Agama Barabai atas terselenggaranya kegiatan ini untuk tahap yang ke tiga kalinya, karena kegiatan ini sangat membantu bagi masyarakat kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk mendapatkan dokumen kependudukan seperti Buku Nikah dan Akta Kelahiran, mengingat  masih banyak masyarakat yang belum memiliki buku nikah karena pernikahan  mereka dilakukan secara tidak resmi. ‘beliau meminta kepada KPA Barabai agar menyelesaikan semua masalah yg berkaitan dengan banyaknya masyarakat yang belum memiliki buku nikah agar ke depannya di Kabupaten HST tidak ada lagi masyarakat yang tidak memiliki buku nikah.

Sebelumnya, Ketua Pengadilan Agama Barabai, Drs.H.Muhamad Dihan,MH melaporkan bahwa permohonan itsbat nikah yang disidangkan pada tahap III ini sebanyak 60 perkara (60 pasangan) dan sidang ini merupakan sidang terpadu yang ke III dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Barabai yang sebelumnya dilaksanakan pada tanggal 9 Nopember 2016 sebanyak 41 pasangan dan pada tanggal 9 Februari 2017 sebanyak 124 pasangan suami istri.
Ketua PA Barabai juga menambahkan bahwa akar dari permasalahan yang menyebabkan banyaknya pasangan suami istri yang tidak mempunyai buku nikah ini adalah karena masih adanya pemahaman di sebagian masyarakat kita bahwa nikah siri itu boleh-boleh saja dan sah. Muhamad Dihan menjelaskan bahwa adanya pemahaman yang memilah-milah bahwa yang penting sah menurut syariah, dengan mengabaikan aspek ketertiban administrasinya. Padahal sesungguhnya menurut Muhamad Dihan, pencatatan yang dilakukan oleh KUA terhadap  setiap pernikahan orang muslim itu juga merupakan pelaksanaan dari ajaran Islam. Sebagaimana dalam surat Al-Baqarah 282, yang merupakan ayat yang terpanjang di dalam Al-Qurán, bahwa jika kita melakukan sebuah perikatan, perjanjian – termasuk pernikahan – maka hendaklah kamu menuliskannya, maka pencatatan terhadap pernikahan ini juga merupakan aspek ajaran Islam. Dalam ushul fikih, inti syari’ah Islam adalah untuk kemaslahatan, maka jika pernikahan yang tidak dicatat itu berpotensi menimbulkan kemudharatan atau permasalahan maka pencatatan (pernikahan) itu menjadi satu kewajiban. Oleh karenanya, lanjut Dihan, ke depan, pernikahan siri harus kita kurangi syukur-syukur kita hilangkan demi kemaslahatan masyarakat (keluarga dan anak-anak) kita. Seperti kita ketahui bahwa tuntutan saat ini, mewajibkan anak-anak kita mempunyai akta kelahiran, mau sekolah, mau bekerja juga diperlukan akta kelahiran, suami istri mau umroh diperlukan buku nikah, dsb. Oleh karena itu mengingat pentingnya itu semua, kegiatan layanan sidang itsbat nikah secara terpadu ini sangat dibutuhkan masyarakat. Ketua PA juga mengharapkan agar kegiatan seperti ini ke depan dapat dilakukan dengan lebih baik dengan menggandeng KUA dan Dinas Dukcapil dengan layanan one day service, layanan sehari selesai. Selesai sidang, selesai buku nikahnya, selesai pula akta kelahiran anak-anaknya.
   
Pada kesempatan itu pula Ketua Pengadilan Agama Barabai mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Bapak Bupati HST beserta jajarannya yang telah memfasilitasi kegiatan ini, termasuk gratis dalam layanan ini, sehingga acara berjalan lancar dan sukses.

Setelah pelaksanaan sidang itsbat nikah, dilanjutkan dengan  penyerahan secara simbolis Salinan Penetapan beserta Buku Nikah yang dikeluarkan oleh KUA kepada sembilan pasang pemohon itsbah nikah yang  diserahkan langsung oleh Asisten II, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Tengah didampingi oleh Ketua, Wakil Ketua dan Panitera Pengadilan Agama Barabai.  

   

Dalam kesempatan sidang terpadu ini, para pasangan suami istri mengucapkan banyak terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini, karena masyarakat sangat terbantu untuk mendapatkan buku nikah tanpa harus sidang di Pengadilan. Seperti kata Noordin bin Ahmat Nawawi dan istrinya Juriah binti Suladri: “kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas terselenggaranya sidang itsbat nikah ini, karena kami tidak perlu ke Pengadilan, kalau di sini, kan kami bareng-bareng dengan banyak orang sehingga suasana menjadi nyaman, apalagi gratis”. Demikian komentar salah satu dari 60 pasangan yang mengikuti sidang itsbat  nikah tersebut.

 

Total akses : 75