Seputar Peradilan

Pengadilan Agama Barabai Adakan Pemeriksaan Setempat (Descente)

 

Senin(24/05/2021) Pengadilan Agama Kepahiang melaksanakan sidang Pemeriksaan Setempat (Descente) perdana di wilayah hukum Pengadilan Agama Barabai. Pelaksanaan Pemeriksaan Setempat tersebut, sesuai dengan ketentuan Pasal 180 R.Bg. jo SEMA Nomor 7 Tahun 2001 tentang Pemeriksaan Setempat yang menjelaskan bahwa “Pemeriksaan Setempat atau descente ialah pemeriksaan mengenai perkara oleh Hakim karena jabatannya yang dilakukan di luar gedung tempat kedudukan pengadilan, agar Hakim dengan melihat sendiri memperoleh gambaran atau keterangan yang memberi kepastian tentang peristiwa-peristiwa yang menjadi sengketa.”

Pemeriksaan Setempat dilakukan terhadap sejumlah objek sengketa dalam perkara Gugatan Waris yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Agama Barabai. Setelah melakukan berbagai persiapan, sekitar pukul 09.00 WITA Tim yang terdiri dari Majelis Hakim (Yusri, S.Ag., M.H. sebagai Ketua Majelis dan M. Thaberanie, S.H., M.H.I serta Rasyid Rizani, S.H.I., M.H.I. yang masing-masing sebagai anggota majelis), Panitera Pengganti (H. Haryadi, S.H.), Jurusita (Zam Zami, S.H.) segera menuju obyek sengketa. Sidang Pemeriksaan setempat tersebut selain dihadiri oleh Kuasa Hukum Penggugat dan Pihak Tergugat, juga dihadiri Aparat Desa, Petugas Kantor Pertanahan dan Anggota Polres HST.

 

Sementara itu obyek sengketa dari gugatan waris yang diajukan Penggugat ini adalah berupa sebidang tanah persawahan dan tanah di hutan Jambu Agung Kecamatan Pandawan serta sebuah Losmen di Kelurahan Barabai Utara.Pemeriksaan setempat (descente) berjalan lancar dengan bantuan pengamanan dari Polres Hulu Sungai Tengah dan juga karena pihak-pihak yang bersengketa mampu mengendalikan diri serta bersikap kooperatif selama berjalannya pemeriksaan terhadap obyek sengketa.

 

 

Pemeriksaan setempat (Descente) ini dilakukan bertujuan untuk memastikan keberadaan obyek antara yang ada dalam gugatan dengan kenyataan di lapangan. Karena seringkali ditemukan data yang ada dalam gugatan dan kenyataan dilapangan berbeda, sehingga bila majelis tidak melakukan descente dapat berpotensi masuknya hak orang lain dan dapat merugikan pihak-pihak yang tidak berkepentingan terhadap perkara tersebut. Descente merupakan bagian dari tahapan persidangan, Majelis Hakim turun kelapangan untuk melihat secara langsung kondisi (riil) terhadap objek sengketa, apakah objek sengketa yang terungkap dipersidangan sesuai dengan kondisi (riil) dilapangan, jangan sampai putusan Pengadilan Agama yang dihasilkan akhirnya nanti non executable (eksekusi yang tidak dapat dijalankan)